Kamis, 09 Maret 2017

Cara Menulis Berita - Panduan untuk Pemula




menulis-berita
INI posting "kesekian" saya tentang cara menulis berita. Tips atau teknik membuat berita ini sering saya sampaikan di berbagai pelatihan jurnalistik dan di kelas (kuliah jurnalistik).

Posting tentang teknik menulis berita lainnya bisa Anda "search" di Google dengan kata kunci "menulis berita - romeltea".

Cara menulis berita berikut ini sebagai panduan untuk pemula atau yang baru/sedang belajar menulis berita.

Saya menyebut tips ini sebagai "pedoman dasar dan standar" dalam menulis berita. Setelah menguasainya dengan baik, dipraktikkan terus-menrus, saya jamin, kemampuan menulis Anda akan berkembang dan bisa menulis berita seperti para wartawan profesional.

Sekali lagi, ini hanyalah dasar menulis berita untuk mempermudah Anda yang sedang belajar membuat berita.

Elemen Berita 5W+1H

Rumus menulis berita standar ini berdasarkan elemen atau unsur berita 5W+1H (Who, What, When, Where, Why, How) atau Siapa, Apa, Kapan, Di Mana, Kenapa, Bagaimana.

Berita adalah laporan peristiwa atau catatan tentang sebuah kejadian. Sebuah peristiwa dipastikan mengandung keenam unsur berita tersebut:

  1. WHO -- SIAPA terlibat dalam peristiwa: pelaku, korban, pemeran utama, peran pengganti, figuran, orang, lembaga, organisasi, dsb.
  2. WHAT -- APA yang terjadi, kejadian apa, peristiwa naon, acara apa?
  3. WHEN --KAPAN kejadiannya, iraha kajadianana, unsur waktu. Biasa ditulis, misalnya, Senin (22/4).
  4. WHERE -- DI MANA kejadiannya, tempat acaranya di mana, unsur tempat. Biasa ditulis, misalnya, "di Depan Gedung Sate Jln Diponegoro Bandung" atau "di Kampus UIN Bandung".
  5. WHY -- KENAPA terjadi demikian, apa penyebabnya, apa latar belakangnya, apa tujuannya, mengapa itu dilakukan, dsb.
  6. HOW -- BAGAIMANA proses kejadiannya, apa saja acaranya, siapa saja pembicaranya, ada polisi gak, rusuh gak, damai-damai saja, diguyur hujan, pemateri ngomong apa saja, dsb.

Cara Mudah Menulis Berita

Berdasarkan unsur 5W+1H itulah saya membuat formula atau rumus mudah menulis berita sebagai berikut:

  • WHO does WHAT, WHEN, WHERE, WHY, HOW 
  • (SIAPA melakukan APA, KAPAN, DI MANA, MENGAPA, BAGAIMANA)

CONTOH 1

MUI kumpulkan 56 ormas Islam bahas Pilpres 2014

MERDEKA.COM. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan pertemuan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI). Pertemuan membahas pemilu 2014 tersebut dihadiri 56 organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis Islam.

"Kami membahas sikap dan pandangan umat Islam Indonesia tentang pemilihan umum 2014, pileg, dan menyongsong pilpres 9 Juli," terang Din Syamsuddin, Ketua Umum MUI di kantor MUI, Jl. Proklamasi No. 51 Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/4).

Din mengungkapkan keprihatinan ormas-ormas Islam atas penyelenggaraan Pemilu 2014. Menurutnya masih terdapat banyak pelanggaran yang terjadi.

"Kami bersyukur atas berlangsungnya pileg yang relatif aman dan lancar. Walaupun demikian kami prihatin atas rendahnya kualitas pemilu 2014," kata dia.

Din menilai masih marak jual beli suara dan politik uang dalam pileg 2014. Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan distribusi surat suara juga bermasalah.

"Kami dorong penyelenggara pemilu (KPU) agar jujur dan adil. Mereka harus bertanggung jawab dan transparan dalam mengawal serta melakukan penghitungan suara dari TPS sampai pusat," pungkas dia.

Dalam contoh di atas, mari kita bedah unsur-unsur beritanya:
  1. WHO - MUI
  2. WHAT -- Mengadakan pertemuan
  3. WHEN -- Senin (21/4).
  4. WHERE -- di kantor MUI.
  5. WHY -- membahas sikap dan pandangan umat Islam tentang Pemilu 2014.
  6. HOW -- dihadiri 56 ormas Islam, ormas Islam menyatakan keprihatinan.
CONTOH 2

Ratusan Mahasiswa ITB Demo Jokowi

Bandung - Ratusan mahasiswa ITB memblokade gerbang pintu masuk kampus saat rombongan Gubernur DKI Jokowi datang. Mahasiswa menolak kedatangan Jokowi yang akan untuk memberikan kuliah umum di Aula Timur ITB. Sempat terjadi kericuhan dalam aksi itu.

Mahasiswa yang mengenakan jas almamater jurusan masing-masing melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang kampus mulai pukul 12.00 WIB, Kamis (17/4/2014). Sejumlah spanduk dibentangkan oleh mahasiswa. Isinya antara lain 'Turut Berduka Cita Atas Politisasi ITB' dan 'Kampus Netral Harga Mati'.

"Aksi ini intinya untuk menjaga kampus tetap netral bukan untuk menjatuhkan Jokowi," ujar koordinator aksi, Koplo yang merupakan mahasiswa Jurusan Fisika Angkatan 2011 itu.

Saat mereka tengah berorasi, datang rombongan mobil dari arah Jalan Tamansari. Mahasiswa yang berada di pinggir jalan, kemudian merangsek ke depan dan menghalangi mobil X-Trail yang berada paling depan, yang diduga milik mobil Sekpri Jokowi. Puluhan polisi dan satpam yang sejak tadi berjaga, lalu berusaha menghalau mahasiswa.

Sempat terjadi aksi dorong antara mahasiswa dan polisi serta satpam, yang membuat sejumlah mahasiswa terjatuh. Massa terus meneriakkan "Netralitas kampus harga mati."

Massa mahasiswa akhirnya terdesak mundur. Lalu satpam dan polisi membuat barikade. Dua mobil yang salah satunya diduga ditumpangi Jokowi akhirnya bisa masuk. Sementara 8 mobil dan satu bus yang berada di Jalan Ganeca batal masuk. Mereka meneruskan perjalanan ke arah Jalan Ganeca.

Dua mobil berhasil masuk dan parkir di depan aula Timur, tempat kuliah umum akan digelar. Mahasiswa lalu berlarian menuju aula timur dan membuat barikade di depan pintu masuk. Mereka terus meneriakkan netralitas kampus. Akhirnya dua mobil itu pun meninggalkan aula timur. Hingga saat ini mahasiswa terus melakukan aksinya.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Bandung, Jokowi bertemu Wali Kota Ridwan Kamil. Keduanya berbincang akrab mengenai penataan kota. Di ITB, Jokowi akan memberikan kuliah umum
.

Unsur-Unsur Berita:
  1. WHO - Mahasiswa ITB
  2. WHAT -- demo, blokade gerbang pintu masuk
  3. WHEN -- Kamis (17/4/2014).
  4. WHERE -- di depan gerbang kampus ITB.
  5. WHY -- menolak kedatangan Jokowi, menolak politisasi kampus
  6. HOW -- ricuh, orasi, bentangkan spanduk, saling dorong, barikade polisi dan satpam.
CONTOH 3
Kedua contoh di atas mungkin masih sulit ditiru oleh yang masih belajar menulis berita. Karenanya, saya buatkan contoh yang paling sederhana sebagai acuan bagi pemula yang belajar menulis berita.

BATIC Gelar Pelatihan Manajemen Konten Website

BATICNews.com -- Balai Jurnalistik ICMI Jabar (BATIC) menggelar pelatihan manajemen konten website, Sabtu 24 Mei 2014, Pkl. 13.00-16.00 WIB, di Gedung Bumi Madani Jln Cikutra 276-D Bandung. Ketua BATIC, ASM. Romli, mengatakan, pelatihan ini terbuka untuk umum, khususnya praktisi Humas yang biasanya menjadi pengelola website lembaga ataua perusahaannya.

"Pelatihan ini digelar karena banyak website atau situs instansi dan perusahaan yang kurang update, isinya juga kurang menarik," kata Romli. "Tampilan konten atau postingnya juga banyak yang tidak sesuai dengan gaya penulisan online."

Dijelaskan, peserta pelatihan akan diberikan wawasan dan keterampilan tentang gaya penulisan online (online writing style), teknik menulis berita, dan bahasa jurnalistik. Pematerinya dari kalangan praktisi media online dan desainer website. 

"Dalam pelatihan ini juga akan dibahas soal blogging dan cara mengengelola blog supaya menarik, banyak pengunjung, dan bisa menghasilkan uang," terang Romli seraya menambahkan, peminat pelatihan bisa membuka website BATIC www.baticnews.com.*

Unsur-Unsur Berita:
  1. WHO - BATIC
  2. WHAT -- Pelatihan manajemen konten website.
  3. WHEN -- Sabtu 24 Mei 2014.
  4. WHERE -- Gedung Bumi Madani Jln Cikutra 276-D Bandung
  5. WHY -- banyak website instansi/perusahaan yang tidak update dan isinya kurang bagus
  6. HOW -- materi pelatihan, pemateri.
Mudah 'kan? Coba, buatlah berita tentang kegiatan organisasi, instansi, atau perusahaan Anda!
SUMBER: (www.romelteamedia.com/2014/04/cara-menulis-berita-panduan-untuk-pemula.html)

5 Cara Menerbitkan Buku Secara Online




Cara Menerbitkan Buku Secara Online
ANDA punya naskah buku? Belum diterbitkan oleh penerbit mana pun? Mau menerbitkan sendiri tanpa biaya? Jika jawabannya "ya", maka teruskan baca posting "Cara Menerbitkan Buku Secara Online" ini. (Lihat CONTOH E-BOOK)

Kini siapa pun dengan mudah bisa menjadi penulis dan menerbitkan sendiri bukunya secara online berupa e-book (electronic book). Yang jualnya siapa? Biarkan penyedia jasa online publising dan selling book online melakukannya.

Sejumlah situs web di bawah ini membuka kesempatan bagi Anda untuk menerbitkan buku secara online, tanpa harus "mengemis" kepada penerbit buku :)

1. PAPYRUS
Buka http://papyruseditor.com. Klik "Sign Up". Anda bisa mengimport file yang sudah tersedia, bahkan bisa mengimport link posting blog atau link dari situs mana pun!

Cocok banget buat blogger yang ingin membukukan posting blognya. This is A simple way to create ebooks!

2. DOCSTOC 
Buka www.doctsoc.com, daftar (Sign Up), dan publikasikan naskah buku Anda (dalam satu file, sebaiknya file .Pdf), dan Anda akan mendapatkan "royalti" dari docstoc.

3. LULU
Buka www.lulu.com, daftar, dan ikuti langkah selanjutnya. Hebatnya lagi, LULU menyediaka ISBN gratis bagi naskah buku yang Anda upload dan publish di LULU.

Di Lulu Anda bisa menentukan harga  buku Anda sendiri. Royaltinya hingga 70%. Anda bisa menentukan harga mulai "free" alias digratiskan hingga sekian dolar. Untuk dijual, minimal harga US$0.99.

4. BLURB
Buka http://www.blurb.com/book-makers dan Sign Up. Ikuti proses selanjutnya.

Dalam "biodatanya" disebutkan, Blurb ini Self- and indie-publishing: Democracy in action.

Independent publishing has come a long way since Blurb launched in 2006. Back then, just being able to publish your own book easily and affordably was a shock to the traditional system. But the self- and indie-publishing industry today is thriving, and once again we’re leading the way. 

5. ONLINE PUBLISHING
Masih banyak cara dan tempat/situs lain untuk menerbitkan buku secara mandiri. Googling aja dengan kata kunci "online publishing" atau "self book publishing".

Bagi Anda yang punya naskah buku dan "males" berurusan dengan "birokrasi" bahkan "kenakalan/kecurangan" penerbit --soal oplah buku, cetak ulang, hingga royalti yang "dibikin lupa"-- sebaiknya pilih "self-publising" secara online ini. "Kepuasan batinnya" gak jauh beda kok sama edisi cetak. Demikian pula royaltinya.

Ayo, menulis dan terbitkan sendiri naskah buku Anda! Ayo ngeblog dan "sulap" posting blog Anda menjadi buku!
SUMBER: (www.romelteamedia.com).*

Teknik Menulis Jurnalistik Modern Plus




Teknik Menulis Jurnalistik Modern Plus
Teknik Menulis Jurnalistik Modern plus Teknik Reportase, Wawancara, Bahasa Jurnalistik.

PANITIA sebuah pelatihan jurnalistik meminta saya mengisi materi dengan tema "Teknik Menulis Jurnalistik Modern" plus Teknik Reportase dan Wawancara serta Bahasa Jurnalistik.

Ada catatan dalam kurung: media cetak, blog, dan media sosial. Kayaknya panitia minta saya bicara atau memberi materi tentang cara menulis di media cetak, blog, dan media sosial.

Cukup lengkap. Waktu pelatihan one day alias sehari penuh. Gak penuh-penuh amat sih, mulai jam 09.00 s.d. 16.00 WIB.

Urutan materinya sebagai berikut:
  1. Teknik Reportase dan Wawancara
  2. Bahasa Jurnalistik
  3. Teknik Menulis Jurnalistik Modern (Media Cetak, Blog, dan Media Sosial)
Mungkin, yang dimaksud jurnalistik modern adalah jurnalistik masa kini, terkait dengan jurnalisme era internet, yakni Jurnalistik Online.

Saya akan bocorkan kepada Anda intisari (pointers) materi yang saya siapkan untuk saya sampaikan dalam pelatihan tersebut.

Teknik Reportase

Teknik reportase adalah cara mencari, menemukan, atau mengumpulkan bahan berita (news gathering/collecting). Ini pekerjaan utama wartawan.

Sebelum menulis berita, wartawan melakukan peliputan (meliput peristiwa) untuk mengumpulkan data sebagai berikut:
  1. What - Apa yang terjadi, peristiwa apa.
  2. Who - Siapa pelaku atau orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu.
  3. When - Kapan
  4. Where - Di mana
  5. Why - Kenapa, mengapa terjadi, apa penyebabnya, naon latar belakangna?
  6. How - Bagaimana detail kejadiannya.
Jika perlu, unsur 5W1H tersebut ditambah dengan WHAT NEXT dan/atau SO WHAT?

Ada teknik reportase:
  1. Observasi - Terjun langsung ke lokasi peristiwa, melihat langsung kejadian.
  2. Riset Data -  Membuka dokumen atau arsip data & fakta peristiwa.
  3. Wawancara - Menggali informasi dari narasumber: pelaku, korban, saksi, pengamat, dsb.

Teknik Wawancara

Teknik wawancara dibagi dalam tiga tahap:
  1. Persiapan - Menentukan tema/topik, menyusun daftar pertanyaan, menentukan narasumber, nyiapin alat rekam (recorder) dan memastikannya berfungsi dengan baik.
  2. Pelaksanaan - Ajukan pertanyaan secara ringkas, satu pertanyaan satu kesempatan bertanya, jangan "menggurui" atau menentang pendapat narasamber --wawancara bukan debat, tapi menggali informasi!
  3. Penyajian - Hasil wawancara bisa disajikan dalam bentuk tanya-jawab (wawancara eksklusif), narasi (mirip artikel opini), atau berita.

Bahasa Jurnalistik

Bahasa jurnalistik dalam bahasa Inggris disebut Language Mass Communications (Bahasa Komunikasi Massa) dan Newspaper Language (Bahasa Koran).

Bahasa jurnalistik adalah bahasa yang biasa digunakan wartawan digunakan untuk menulis karya jurnalistik, khsususnya berita, sehingga tulisan ringkas, efektif-efisien, dan mudah dipahami pembaca.

Karakteristik utama bahasa jurnalistik adalah sebagai berikut:
  1. Ringkas - hemat kata, memilih kata dan kalimat yang ringkas.
  2. Lugas - straight to the point, tidak bertela-tele, tidak berbunga-bunga, tidak bermakna ganda.
  3. Umum - mudah dipahami orang awam, bahasa sehari-hari namun baku, tidak teknis-ilmiah, hindari jargon.
  4. Logis - struktur kalimat sederhana, dasar, dengan standar kalimat SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan).
  5. Aktif - menghindari kalimat pasif.
  6. Egaliter - memperlakukan semua orang sama; hindari kata beliau, gunakan kata iadia, dan nya untuk semua orang.

Teknik Menulis Jurnalistik Modern

Jurnalistik modern adalah karya jurnalistik yang sesuai dengan media baru era internet, yakni media online (website, situs web).

Jurnalistik modern menyajikan berita atau informasi aktual bukan hanya dalam bentuk tulisan (teks) dan gambar (foto/image), tapi juga video, audio, animasi, grafis, link alias multimedia.

Jurnalistik modern juga cepat dan update, langsung publikasi begitu peristiwa terjadi dan berita ditulis.

Secara teknis penulisn, jurnalistik modern mengikuti karakteristik media online, yakni media yang tersaji dalam halaman web di internet, juga perilaku pembaca (reader behaviour).

Dari hasil studi NN Group dapat disimpulkan, tulisan di media online hendaknya ramah pengguna (user friendly), yaitu:
  1. Scannable - Mudah dipindai
  2. Readable - Mudah dibaca/dipahami
  3. Findable - Mudah ditemukan
Untuk itu, naskah yang disajikan di media internet (situs berita, blog, email, media sosial, juga apikasi WhatsApp dan sejenisnya) hendaknya:
  1. Align Left - rata kiri, sesuai dengan pengalaman pengguna (user experience) dan perilaku pengguna (user behaviour) saat membuka situs web atau menatap layar monitor (screen).
  2. Short Paragraph - alinea pendek, maksimal lima baris per alinea.
  3. No Indent - tidak ada tekuk ke dalam seperti di media cetak, buku, atau karya ilmiah.
  4. White Space - ada jarak antar-alinea, ruang putih antar-paragraf.
  5. Highlights - kalimat, bagian, atau kata kunci tertentu diberi tanda khusus untuk menarik perhatian, misalnya tebal (bold), miring (italic), warna (color), blok-kutipan (blockquote), dan Heading Tags.
Demikian ringkasan "makalah" tentang  Teknik Menulis Jurnalistik Modern Plus Teknik Reportase, Wawancara, dan Bahasa Jurnalistik. Wasalam.
SUMBER: (www.romelteamedia.com).*

Cara Menulis Artikel: Mulai dengan Baca!


Cara Menulis Artikel: Mulai dengan Baca!
BAGAIMANA cara menulis artikel? Pertanyaan "umum" yang sering kita dengar. Jika pertanyaan soal teknik menulis itu diajukan ke saya, maka jawabnya: menulis saja (just write), namun sebelumnya membaca dulu!

Membaca? Ya.. membaca! Baca dulu, baru nulis. Makin banyak baca, kian banyak pula data dan referensi di kepala sebagai bahan tulisan. Pengembangannya dengan opini pribadi karena artikel adalah tulisan berisi opini subjektif penulis tentang suatu masalah atau peristiwa.

Nulis apa? Baca apa? Tulislah yang kita kuasai, kita sukai. Jangan paksakan menulis jika tidak ada yang mau disampaikan ke pembaca.

"You don't write because you want to say something, you write because you have something to say," kata F. Scott Fitzgerald seperti dikutip BrainyQuote.com.

Dalam kalimat lain, "Write because you have something that somebody really wants to read."  Kita menulis karena punya sesuatu yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Nah, "sesuatu" itu harus "dipancing" dengan membaca. Makin banyak baca, akan kian banyak "sesuatu" yang ingin disampaikan itu.

Jadi, sebelum menulis, bacalah! Iqro! Anda akan "mandeg" saat menulis, mungkin di alinea pertama sudah "finished", jika tidak banyak baca referensi. Ide dikembangkan dengan perbanyak data, referensi, alias baca!

Menulis, untuk Apa?
Ilmu itu harus diikat dengan tulisan. Maka, bacalah, lalu tulislah! Tuliskan hasil bacaan itu dengan kata-kata sendiri, sebagai bukti pemahaman, sekaligus berbagi dengan orang lain. Jika harus mengutip, sebutkan sumbernya.

Kutipan berikut ini merupakan favorit saya saat memberikan motivasi dan inspirasi menulis di kelas ataupun saat pelatihan.

  • "Ikatlah ilmu dengan tulisan" “Qoyyidul ‘ilma bilkitabi”. (HR. Thabrani dan Hakim). 
  •  "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” (Ali bin Abi Thalib)
  • “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. (Imam Al-Ghazali). 
  • "Pengetahuan ibarat binatang buruan. Yang harus diikat dengan dicatat. Lekas ikat erat-erat. Satu kebodohan, berburu rusa di hutan. Setelah dapat dilepaskan" (Imam Syafi’i)
  • "Membaca tanpa menulis, ibarat memiliki harta dibiarkan menumpuk tanpa dimanfaatkan. Menulis tanpa membaca, ibarat mengeduk air dari sumur kering. Tidak membaca dan juga tidak menulis, ibarat orang tak berharta jatuh ke dalam sumur penuh air.” (Gordon Smith)

Let's Start! Go Blogging!
Just Write!
"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”. (J.K. Rowling). Selamat menulis!
SUMBER: (www.romelteamedia.com).*

Cara Menulis yang Baik: 10 Prinsip Robert Gunning




Cara Menulis yang Baik: 10 Prinsip Robert Gunning
Cara Menulis yang Baik berdasarkan 10 Prinsip Robert Gunning. Gunakan Bahasa Jurnalistik!

APA dan bagaimana cara menulis yang baik? Menulis adalah menyampaikan pesan (ide, pemikiran, informasi) melalui tulisan.

Nah, "baik" itu ukurannya apa? Ukuran "tulisan yang baik" adalah enak dibaca, mudah dimengerti, efektif!

Salah satu rujukan cara menulis yang baik, terutama menulis di media massa, adalah 10 prinsip menulis dari seorang konsultan media di Amerika Serikat, Robert Gunnning.

Kita bisa menemukan "Ten Principles for Clear Writing" ini di Udayton. Sumbernya adalah buku Gunning, The Technique of Clear Writing (Source: Robert Gunning, The Technique of Clear Writing. McGraw Hill Book Company, New York (1952).

Prinsip menulis yang baik versi Gunning selengkapnya: Clear Writing: Ten Principles of Clear Statement.

10 Prinsip Menulis yang Baik

Berikut ini 10 Prinsip Menulis yang Baik menurut Gunning:
  1. Keep sentences short.
  2. Prefer the simple to the complex.
  3. Prefer the familiar word.
  4. Avoid unnecessary words.
  5. Put action in your verbs.
  6. Write the way you talk.
  7. Use terms your readers can picture.
  8. Tie in with your reader’s experience.
  9. Make full use of variety.
  10. Write to express, not to impress.
Ke-10 prinsip menulis yang baik di atas didominasi soal redaksional atau penulisan kata dan kalimat (penggunaan gaya bahasa).

Dalam konteks jurnalistik, prinsip Gunning menekankan pentingnya penggunaan Bahasa Jurnalistik dalam menulis, khususnya menulis berita atau artikel di media.

Prinsip #1  Gunakan Kalimat Pendek
Pahami dan gunakan bahasa jurnalistik yang berciri khas ringkas, hemat kata, dan lugas. Hindari anak kalimat. Lebih baik banyak kalimat tapi pendek-pendek daripada satu kalimat tapi panjang. Kalimat pendek lebih mudah dipahami.

Prinsip #2 Gunakan Kalimat Sederhana
Gunakan kata dan kalimat sederhana, umum digunakan, jangan "sok ilmiah" yang membuat pembaca nggak ngerti tulisan kita.

Prinsip #3 Gukanan Kata-Kata Umum
Pilih kata-kata yang lazim digunakan atau dikenal luas oleh pembaca.

Prinisp #4 Hindari kata-Kata yang Tidak Perlu
Jauhkan Kata Mubazir dan Kata Jenuh dalam tulisan. Hindari "pemborosan kata" agar kalimat menjadi efektif dan efisien.

Prinsip #5 Gunakan Kalimat Aktif
Usahakan selalu gunakan kalimat aktif. Kalimat "Pemerintah menaikkan harga BBM" lebih baik ketimbang "Harga BBM Dinaikkan Pemerintah".

Prinsip #6 Gunakan Gaya Bertutur. 
Hindari penggunaan bahasa formal yang kaku, namun tetap gunakan bahasa atau kata-kata baku --sesuai dengan kaidah tata bahasa. Menulislah seperti Anda berbicara.

Catatan: prinsip ini mirip prinsip menulis naskah siaran/naskah berita radio & tv, yakni "Write the Way You Talk", tulislah sebagaimana Anda mengatakannya (menggunakan bahasa tutur).

Prinsip #7 Gunakan Istilah 
Gunakan istilah yang bisa digambarkan oleh pembaca. Penulisan "situasi memburuk" akan berbeda dampaknya bagi pembaca dengan penulisan "massa mulai melempar batu ke arah aparat, aparat membalas dengan..."

Prinsip #8 Kenali Karakter Pembaca!
Menulislah sesuai dengan pengalaman dan keyakinan pembaca. Kenali latar belakang pembaca dan menulislah dengan bahasa yang sekiranya mudah dimengerti.

Prinsip #9 Gunakan Variasi
Jangan monoton. Tidak semuanya kalimat pendek, variasikan sesekali dengan kalimat panjang. Gunakan secara bergantian sebutan, gelar, jabatan, dan sapaan saat menulis nama.

Prinsip #10 Menulis untuk Menyatakan, Bukan Memengaruhi
Kita menulis untuk menyampaikan sesuatu kepada pembaca, bukan "memprovokasi". "Pay attention to clear expression, and for the most part grammar will take care of itself!"

Demikian 10 Prinsip Menulis yang baik versi Robert Gunning. Wasalam.
SUMBER: (www.romelteamedia.com).*

Tips Menulis di Website: Menulis untuk Orang-Orang Malas




Tips Menulis di Website: Menulis untuk Orang-Orang Malas
MENULISLAH untuk orang-orang atau pembaca yang malas. "Write for lazy people!" Demikian salah satu tips menulis di situs web, website, media online, atau blog dari Enchanting Marketing.

Tips atau saran yang wajib dilakukan, mengingat pembaca media online atau pengguna internet memang gak mau repot-repot berusaha memaba sebuah "display" atau tampilan teks (tulisan) yang susah dibaca.

Media online berbeda dengan media cetak. Saya sudah membahasnya di beberapa posting lain, misalnya Format Tulisan di Media Online atau Teknik Menulis di Media Online.



Masih banyak pengelola situs web, terutama situs web instansi pemerintah, yang "bandel" dengan "keukeuh" menyajikan tulisan dengan gaya media cetak. Misalnya, menggunakan alinea/paragraf panjang, menggunakan perataan teks justify (rata kiri-kanan), dan... menggunakan ukuran huruf yang kecil!

Beberapa kali saya mengisi pelatihan penulisn di media online di kalangan instansi, lalu membuka websitenya, dan memberikan masukan agar situs mereka banyak pengunjung dan kontennya enak/mudah dibaca.

Di era internet kini, praktisi humas instansi/perusahaan memang harus memiliki keterampilan mengelola media online. Saya sudah ulas di  posting Humas Online.

Kembali ke Tips Menulis di Website. Menulis untuk Orang-Orang Malas itu intinya menyusun atau menampilkan teks tulisan sedemikian rupa, sehingga mudah dipindai (scannable) dan dibaca (readable).

Format atau tampikan teks tulisan di website atau blog hendaknya:
  1. Alinea pendek. Satu paragraf maksimal 4-5 baris.
  2. Jarak Antar-Alinea. Ada "ruang putih" (white space) antar-alinea, tidak rapat, ada jarak atau spasi.
  3. Gunakan Rata Kiri. Align-left merupakan standar penulisan website --menurut World Wide Web Consortium (W3C).
“Many people with cognitive disabilities have a great deal of trouble with blocks of text that are justified (aligned to both the left and the right margins). The spaces between words create “rivers of white” running down the page, which can make the text difficult for some people to read."

"This failure describes situations where this confusing text layout occurs. The best way to avoid this problem is not to create text layout that is fully justified.” (World Wide Web Consortium/W3C).

Eh... saya teh mau mengulas tips menulis di web menurut Enchanting Marketing ini teh.... Begini katanya: menulislah untuk orang-orang malas. Pengunjung situs web Anda tidak mau susah-susah membaca teks Anda.

"Just like the lazy panther looks for an easy catch for his dinner, your web visitor doesn’t want to make an effort to read your text."

Nah, supaya tulisan Anda enak dibaca, mudah dimengerti, dan disukai pengunjung, maka:
  1. Use short paragraphs – four sentences max. Gunakan alinea pendek --maksimal empat kalimat per paragraf.
  2. Use short sentences – twelve on average. Gunakan kalimat-kalimat pendek --rata-rata 12 kata.
  3. Skip unnecessary words. Hindari kata-kata yang tidak perlu. (Gunakan Bahasa Jurnalistik)
  4. Avoid jargon and gobbledygook. Hindari jargon dan uraian yang berbelit-belit sehingga sulit dimengerti.
  5. Avoid the passive tense. Hindari kalimat pasif.
  6. Avoid needless repetition. Hindari pengulangan yang tak perlu.
  7. Address your web visitors directly. Use the word you. Gunakan kata "Anda".
  8. Shorten your text. Ringkas naskah Anda. Tulisan pendek lebih mudah dipahami dan lebih disukai pembaca ketimbang naskah panjang.
Khusus poin ke-8, untuk kepentingan Pengoptimalan Mesin Pencari - Search Engine Optimization (SEO), baik juga jika tulisan lengka, detail, dengan risiko jadi panjang.

Namun, tidak masalah jika disajikan dengan benar --aliena pendek, variasikan dengan subjudul, heading tag, highlight, gambar/grafis, rata kiri, dan ada jarak antar-alinea.

Demikian sekadar berbagi Tips Menulis di Website: Menulis untuk Orang-Orang Malas. Wasalam. SUMBER: (www.romelteamedia.com).*

Ilustrasi: Buku Jurnalistik Online: Panduan Mengelola Media Online. Penerbit: Nuansa.

Tips Menulis Berita: Panduan untuk Pemula





Tips Menulis Berita: Panduan untuk Pemula
SAYA tidak tahu apakah tips menulis berita di bawah ini dipraktikkan atau tidak oleh wartawan kita, terutama wartawan media online.

Pasalnya, berita di media online seperti ditulis "seenaknya" tanpa memperhatikan kaidah baku jurnalistik.

Kayanya, wartawan media online hanya fokus pada indeks mesin pencari dan jumlah kunjungan (pageviews).

Membaca berita-berita media online, terutama di bagian judul, saya punya kesan ilmu jurnalistik sudah tidak lagi diindahkan. Judul-judul umpan klik (clickbait) kian merajalela di situs-situs berita.

Banyak jurnalis media online membuat judul seperti membuat status di media sosial. Memang itulah pengaruh media sosial terhadap jurnalistik.

Saya juga jadi bertanya-tanya, apakah jurusan jurnalistik masih diperlukan saat ini, saat semua orang bisa menjadi wartawan dengan medium publikasi media sosial atau blog.

Saya posting tips menulis berita berikut ini sekadar dokumentasi sekaligus berbagi dan "berupaya melestarikan ilmu jurnalistik", khususnya dalam hal cara menulis berita.

Tips menulis berita ini sebenarnya ada 100. Saya "ringkas" sesuai dengan konteks jurnalistik Indonesia menjadi 47 tips menulis berita.

Jadi, tidak semua tips saya terjemahkan. Tips ini meliputi cara menulis teras berita (lead), cara menulis isi berita (body), cara editing, dan cara penyusunan kalimat.

Tips menulis berita di bawah ini saya sadur dari "Hot 100' News Writing Tips" yang dikompilasi oleh Sheryl Swingley dari Ball State University, Indiana, Amerika Serikat.

Cara Menulis Berita: Teras (Lead)

1. Teras berita --yaitu alinea pertama sebuah berita-- hendaknya ringkas. Maksimal 35 kata.
2. Teras berita hendaknya ditulis dalam satu atau dua kalimat saja.
3. Hindari memulai teras berita dengan unsur berita "when" (kapan) atau "where" (di mana), kecuali keduanya merupakan unsur terpenting. Kebanyakan teras berita dimulai dengan unsur "who" (siapa) dan "what" (apa).

Poin 3 ini sering dilanggar, khususnya di situs-situs atau media internal instansi/perusahaan. Kita sering menemukan berita dimulai dengan: Pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017 telah diadakan sosialisasi program baru di Aula Kantor Kanwil Anu.

Jika merujuk pada poin 3 di atas, penulisan yang benar: Kanwil Anu mengadakan sosialisasi program baru di Aula Kantor, Senin (6/3/2017).

Jadi, awali kalimat di alinea pertama berita dengan unsur WHO. Rumusnya: SIAPA melakukan APA, DI MANA, KAPAN, KENAPA, BAGAIMANA. 

Baca Juga: Cara Mudah Menulis Berita 

4. Hindari mengawali teras berita dengan “there” (ada) atau “this” (ini).

5. Dalam teras berita tentang peristiwa yang akan terjadi, unsur waktu, hari (tanggal), dan tempat biasanya ditempatkan di akhir paragraf.

6.  Dalam teras berita tentang peristiwa yang sudah lalu, hari (tanggal) kejadian biasanya muncul sebelum atau sesudah kata kerja (verb). Kadang-kadang hari (tanggal) ditulis di akhir awal kalimat pertama atau paragraf, jika teras beritanya hanya satu kalimat.

Poin 5 dan 6 di atas sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia dalam penulisan kalimat: SPOK. Subjek, Predikat, Objek, Keterangan (Waktu & Tempat). 

7. Gunakan teras kutipan dan pertanyaan secara hemat (kadang-kadang saja).
8. Lima poin pertama di atas merupakan cara terbaik dalam membuat teras berita.

Cara Menulis Berita: Isi (Body)

9.  Tulis isi berita (detail setelah teras) dalam paragraf pendek. Maksimum 60 kata atau kurang dari 10 baris.
10. Paragraf  yang terdiri dari satu sampai tiga kalimat lebih disukai pembaca.
11. Tiap paragraf hanya berisi satu ide.
12. Ingat, paragraf pendek mendorong pembaca untuk melanjutkan membaca.

Poin 9-12 ini kian penting dalam penulisan naskah berita di media online agar ramah mudah dipindai (scannable) dan ramah pengguna/pembaca (user friendly).

Silakan BacaCara Menulis di Website/Media Online

Cara Menulis Berita: Penyuntingan (Editing)

13. Hilangkan kata "bahwa" bila memungkinkan.

Penggunaan atau penilisan kata bahwa termasuk melanggar kaidah bahasa jurnalistik. Kata "bahwa" (that) tidak diperlukan agar hemat kata (ringkas). 

Misalnya, Bupati mengatakan bahwa banjir disebabkan hujan. Ubah menjadi: Bupati mengatakan banjir disebabkan hujan.

14. Untuk berita “past event” (peristiwa yang sudah terjadi), tulis “Jumat”, BUKAN “Jumat lalu”. Untuk “future event” (peristiwa yang akan terjadi), tulis “Jumat”, BUKAN “Jumat depan” atau “Jumat mendatang”.

Poin 14 ini sering dilanggar wartawan. Sangat sering kita menemukan, misalnya, digelar 5 Maret lalu atau diselenggarakan 12 Maret mendatang. 

15. Hilangkan kata-kata seperti "ketika ditanya" dan "menyimpulkan". Ini transisi yang lemah. Langsung laporkan/tuliskan saja yang dikatakan narasumber.
16. Selalu periksa (double-check) ejaan nama. Jangan salah menulis nama!
17. Periksa angka.
18. Pastikan kata "hanya" ditempatkan dengan benar dalam sebuah kalimat. Penulisan kata "hanya" bisa mengubah makna kalimat.

Satu kata dalam berita bisa mengubah makna sekaligus melangar kode etik jurnalistik poin "tidak mencampurkan opini dan fakta". Kata "hanya" termasuk opini. 

19. Tulis. Tulis ulang. Revisi. Tulisa ulang. Revisi. Edit. Revisi. Edit. Edit. Jangan langsung publikasi atau kirim ke editor setelah selesai menulis berita. Versi pertama naskah berita TIDAK cukup langsung naik cetak (publikasi).

Ada ungkapan: tidak ada tulisan hebat, hanya penulisan ulang yang hebat (there is no great writing, only great rewriting).

20. Baca naskah berita dengan keras untuk “menangkap” konstruksi kalimat yang tidak logis.

Cara Menulis Berita: Grammar

21. Gunakan kata ganti “mereka” untuk merujuk pada sebuah tim atau grup.
22. Pastikan kata kerja atau frasa lainnya "paralel" atau sama dalam struktur ketika muncul dalam cerita atau daftar.

Contoh: Dia suka berkebun, memancing, dan berburu. Api menewaskan sedikitnya 12 orang, melukai 60 lainnya, dan memaksa puluhan warga melompat dari jendela.

23. Gunakan kata ganti orang ketiga (ia, dia, mereka). Sangat langka menggunakan kata ganti orang pertama (saya, Anda). Jangan pula menulis kata “beliau”, tulis “ia”.

Kata “beliau” biasanya hanya digunakan untik kata ganti para nabi, khususnya Nabi Muhammad Saw .

24. Gunakan “kata berpasangan” dengan baik: “baik… maupun…”, “jika…. maka…”.

Contoh: “Baik pihak perusahaan maupun karyawan datang” (sebaiknya sih, lebih hemat begini: “Pihak perusahaan dan karyawan datang”.

25. Gunakan kalimat aktif, bukan kalimat pasif. “Pemerintah menaikkan harga BBM”, bukan “Harga BBM dinaikkan pemerintah”. “Majelis Taklim mengadakan pengajian”, bukan “Pengajian diadakan Majelis Taklim”.

Cara Menulis Berita: Lain-Lain

26. Jika ragu-ragu, tinggalkan (When in doubt, leave it out). Informasi yang meragukan, apalagi tidak dapat dikonfirmasi, tinggalkan --jangan diberitakan.

27. Hindari kata-kata vulgar, cabul, kasar, berbau SARA (menyinggung suku, agama, ras, antargolongan), dan stereotip.

28. Hindari identifikasi ras, kecuali bila penting untuk komunikasi.
29. Kebanyakan kata keterangan (adverb) tidak diperlukan.
30. Kebanyakan kata sifat (adjectives) tidak diperlukan.

Cara Menulis Berita: Tanda Baca

31. Gunakan koma setelah “menurut…”. Misalnya, “Menurutnya, korupsi terjadi karena keserakahan”.
32. Tidak ada koma di antara waktu, tanggal, dan tempat. Kecelakaan itu terjadi pukul 04:32 WIB Senin (21/6) di Tel Aviv.

33. Bila ragu-ragu tentang penggunaan koma, tinggalkan saja!

Cara Menulis Berita: Kutipan dan Atribusi

Kutipan berfungsi sebagai penguat, penegas, atau fakta. Dalam berita radio dikenal dengan istilah soundbait. Di berita televisi disebut clip.

34. Gunakan atribusi hanya sekali per paragraf.

35. Atribusi diperlukan dalam berita opini –keterangan pemerintah, pendapat ahli, atau ucapan narasumber. Atribusi juga diperlukan dalam kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.

36. "Kata" adalah kata terbaik untuk atribusi. Kata lain dapat digunakan, tetapi harus secara akurat, mewakili bagaimana sesuatu dikatakan.

“Partai korup harus dihukum,” kata pengamat politik. “Tapi apakah rakyat suka menghukum?” imbuhnya.

Di akhir kutipan langsung, kata-kata yang biasa digunakan a.l. katanya, ucapnya, ujarnya, tandasnya, tambahnya, imbuhnya, pungkasnya.
 

Cara Menulis Berita: Struktur Kalimat

37. Hindari menggunakan kata yang sama dua kali dalam kalimat.
38. Jumlah optimum kata yang digunakan dalam sebuah kalimat adalah 14 sampai 16 kata. Rata-rata pembaca tidak bisa memahami kalimat dengan lebih dari 40 kata.

39. Ubah satu kalimat panjang menjadi dua atau tiga kalimat yang lebih pendek. Prinsipnya, lebih baik banyak kalimat tapi pendek-pendek daripada satu kalimat panjang.

40. Jika kalimat panjang harus digunakan, tempatkan kalimat pendek sebelum dan sesudahnya.
41. Jangan memulai atau mengakhiri kalimat dengan kata "namun". Kata “namun” ditempatkan “dalam” sebuah kalimat –karena ia “kata sambung”.

Tips Menulis Berita: Ejaan

42. Gunakan "Periksa Ejaan" ("Spell Check") di komputer.
43. Periksa ejaan yang benar di Kamus Bahasa.

Baca: Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Bahasa Indonesia
 

Cara Menulis Berita: Kosakata

44. Gunakan kata-kata sederhana --umum dan mudah dipahami. Jangan pernah memaksa pembaca buka kamus.

45. Hindari jargon atau istilah teknis (ilmiah) kecuali 95 persen atau lebih pembaca akan memahaminya. Jika jargon teknis digunakan dan tidak akan dipahami oleh mayoritas pembaca, pastikan jelaskan setiap istilah yang digunakan.

46. Jangan pernah katakan "kemarin" atau "besok" tanpa disertai tanggal agar  tidak membingungkan pembaca, kecuali untuk berita radio dan televisi.

47. Kadang-kadang informasi tidak dapat diverifikasi. Jika ada keraguan tentang nama seseorang, tulis "polisi mengidentifikasi orang itu sebagai John Smith" atau “dia menyebutkan namanya John Smith".

Demikian ringkasan Tips Menulis Berita sebagai Panduan untuk Pemula.

Wartawan profesional dipastikan sudah memahami dan mengamalkan tips menulis berita di atas. Jika tidak, maka mereka masih menjadi wartawan amatiran :) Wasalam.
 SUMBER: (www.romelteamedia.com).*